Daftar Isi
Ngidam makanan manis saat hamil? Es krim mungkin termasuk salah satu yang tiba-tiba terasa jauh lebih menarik dari biasanya. Apalagi kalau cuaca sedang panas dan yang kamu bayangkan adalah dessert dingin dengan rasa buah yang segar.
Tapi pertanyaan berikutnya biasanya muncul: ibu hamil boleh makan es krim? Jawabannya tidak sesederhana “boleh” atau “tidak boleh”. Yang perlu diperhatikan adalah bahan yang digunakan, keamanan proses produksinya, porsi, serta pola makan secara keseluruhan.
Selama kehamilan, kebutuhan nutrisi memang meningkat. Namun, bukan berarti semua makanan harus dihindari atau setiap camilan harus memenuhi standar “super sehat”. Yang lebih penting adalah menjaga pola makan yang beragam, cukup, seimbang, dan aman.
Kebutuhan Nutrisi Ibu Hamil Secara Umum
Kehamilan membuat tubuh membutuhkan perhatian lebih terhadap asupan energi, protein, vitamin, mineral, cairan, dan serat. Kementerian Kesehatan RI menjelaskan bahwa kebutuhan zat gizi makro dan mikro perlu terpenuhi selama kehamilan, termasuk protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral seperti zat besi, kalsium, folat, serta cairan.
Dalam artikel National Library of Medicine dijelaskan bahwa pola makan selama kehamilan sebaiknya beragam dan mencakup berbagai kelompok makanan, seperti sayuran, buah, sumber protein, biji-bijian, kacang-kacangan, dan produk susu yang dipasteurisasi. Keberagaman ini membantu memenuhi kebutuhan zat gizi yang memang menjadi prioritas selama masa kehamilan.
Lalu, di mana posisi es krim?
Es krim pada dasarnya lebih tepat ditempatkan sebagai makanan selingan atau dessert, bukan sebagai pengganti makanan utama atau sumber utama nutrisi kehamilan. Jadi, kamu tetap bisa menikmati dessert, tetapi kebutuhan gizi utama sebaiknya berasal dari makanan yang lebih padat zat gizi.
Dengan kata lain, semangkuk sayur, sumber protein, buah utuh, dan makanan pokok tetap punya tugas masing-masing. Es krim? Tugasnya lebih sederhana: jadi teman ngemil yang menyenangkan.
Kandungan yang Perlu Diperhatikan Selama Kehamilan
Saat memilih es krim selama kehamilan, jangan hanya berhenti pada kata “sehat” di kemasan. Coba lihat lebih detail bahan dan proses pembuatannya.
1. Pastikan bahan susu sudah dipasteurisasi
Ini salah satu hal yang penting untuk diperhatikan.
ACOG juga menyarankan ibu hamil memastikan produk susu yang dikonsumsi telah dipasteurisasi karena alasan keamanan pangan.
APA juga memasukkan es krim yang dibuat dari susu atau krim yang tidak dipasteurisasi sebagai pilihan yang perlu dihindari selama kehamilan. Sebaliknya, es krim yang menggunakan bahan susu pasteurisasi termasuk pilihan yang lebih rendah risikonya dari sisi ini.
Jadi, kalau kamu membeli es krim kemasan atau produk komersial, perhatikan informasi bahan dan produsen. Untuk produk homemade, pastikan bahan yang digunakan juga memenuhi prinsip keamanan pangan.
2. Perhatikan penggunaan telur
Beberapa jenis es krim, terutama yang dibuat secara homemade, dapat menggunakan telur dalam formulanya. Masalahnya muncul apabila telur tersebut digunakan mentah atau tidak melalui proses yang memadai.
FDA menyarankan ibu hamil menghindari makanan yang menggunakan telur mentah atau kurang matang. Untuk es krim homemade yang menggunakan telur, penggunaan telur pasteurisasi atau proses pemasakan yang tepat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.
Untuk produk komersial, kamu bisa melihat informasi produk dan proses pengolahannya atau menghubungi produsen jika ada bahan yang belum jelas.
3. Cek kandungan gula
Kehamilan bukan berarti kamu harus menghilangkan makanan manis sepenuhnya. Namun, konsumsi makanan dengan gula tambahan tetap sebaiknya menjadi bagian dari pola makan yang seimbang.
Kementerian Kesehatan RI juga menyarankan ibu hamil membatasi makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak sebagai bagian dari penerapan gizi seimbang selama kehamilan.
Karena itu, jangan menjadikan label seperti “fruit”, “natural”, atau “healthy” sebagai alasan untuk mengabaikan informasi gizi. Tetap lihat komposisi dan, bila tersedia, informasi kandungan gula per sajian.
4. Perhatikan keamanan buah dan bahan tambahan lainnya
Kalau memilih es krim dengan buah, bukan hanya jenis buahnya yang perlu dilihat. Kebersihan bahan dan proses pengolahannya juga penting.
WHO menyarankan makanan selama kehamilan dipilih dan ditangani dengan memperhatikan keamanan serta kebersihannya. ACOG juga mengingatkan ibu hamil untuk mencuci buah dan sayuran secara menyeluruh sebelum dikonsumsi karena makanan mentah dapat menjadi sumber paparan bakteri tertentu.
Jadi, “pakai buah asli” merupakan informasi tentang bahan, bukan otomatis jaminan bahwa suatu produk cocok untuk semua kondisi kehamilan.
Porsi yang Disarankan agar Tidak Berlebihan
Nah, sekarang masuk ke bagian yang sering bikin dilema: berapa banyak es krim yang boleh dimakan?
Tidak ada satu angka porsi es krim yang berlaku untuk semua ibu hamil. Kebutuhan energi dan zat gizi selama kehamilan dapat berbeda berdasarkan usia kehamilan, kondisi kesehatan, status gizi sebelum hamil, aktivitas, serta rekomendasi tenaga kesehatan.
Kementerian Kesehatan RI sendiri menjelaskan bahwa ibu hamil memiliki kebutuhan tambahan energi dan protein, sekaligus menganjurkan pola makan utama dan makanan selingan sesuai kebutuhan serta kondisi masing-masing.
Karena itu, pendekatan yang lebih masuk akal adalah menjadikan es krim sebagai dessert dalam porsi wajar, bukan camilan yang dikonsumsi berkali-kali sepanjang hari.
Beberapa tips praktisnya:
- Jadikan es krim sebagai makanan selingan atau dessert, bukan pengganti makan utama.
- Perhatikan ukuran sajian yang tercantum pada kemasan.
- Jika es krim memiliki kandungan gula cukup tinggi, pertimbangkan frekuensi konsumsinya dalam keseluruhan pola makan.
- Tetap prioritaskan buah utuh, sayuran, sumber protein, makanan pokok, dan produk susu yang sesuai.
- Jika dokter atau ahli gizi memberikan pengaturan makan khusus, ikuti rekomendasi tersebut.
Intinya, tidak perlu panik hanya karena sesekali ingin makan es krim. Yang perlu dihindari adalah pola “karena sedang hamil, berarti bebas makan apa saja” — atau sebaliknya, “karena sedang hamil, semua dessert harus dicoret”.
Keduanya sama-sama terlalu ekstrem.
Nikmati Es Krim dengan Bijak bersama Paletas Wey
Kalau kamu sedang hamil dan sesekali ingin menikmati sesuatu yang dingin dan fruity, membaca label produk tetap jadi langkah yang paling masuk akal.
Paletas Wey menggunakan buah asli dalam pilihan variannya dan hadir sebagai dessert yang bisa dinikmati dalam momen santai. Namun, penting untuk dicatat bahwa Paletas Wey bukan produk medis, suplemen, atau makanan yang secara khusus diformulasikan untuk kebutuhan kehamilan.
Jadi, kalau kamu sedang hamil, tetap jadikan kebutuhan nutrisi utama sebagai prioritas. Untuk kondisi tertentu seperti diabetes gestasional, alergi, intoleransi bahan tertentu, atau adanya rekomendasi diet khusus dari dokter, keputusan mengenai makanan dan camilan sebaiknya mengikuti arahan tenaga kesehatan yang menangani kehamilanmu.
Lihat varian rasa di Katalog Paletas Wey.
Jadi, ibu hamil boleh makan es krim? Secara umum, es krim dapat menjadi bagian dari pola makan selama kehamilan, tetapi pilihan produknya tetap perlu diperhatikan.
Prioritaskan produk dengan bahan yang jelas, terutama produk susu yang dipasteurisasi, perhatikan penggunaan telur, cek kandungan gula, dan jangan lupa soal kebersihan serta keamanan pangan. Porsinya pun sebaiknya tetap wajar dan disesuaikan dengan keseluruhan pola makan.
Yang tidak kalah penting, kebutuhan setiap kehamilan bisa berbeda. Kalau kamu punya kondisi kesehatan tertentu atau sedang mendapatkan pengaturan diet dari dokter, konsultasikan pilihan camilan dengan dokter kandungan atau ahli gizi.

