Es Krim Rendah Kalori untuk Diet Defisit Kalori, Amankah?

Daftar Isi

Sedang menjalani diet defisit kalori, tetapi masih ingin menikmati es krim? Kabar baiknya, kamu tidak selalu harus menghapus makanan favorit dari menu.

Yang menentukan progres diet bukan satu jenis makanan saja, melainkan bagaimana total asupan energi dalam satu hari dibandingkan dengan kebutuhan tubuh. Ketika asupan energi lebih rendah daripada energi yang digunakan tubuh, terciptalah defisit kalori. Aktivitas fisik juga berkontribusi terhadap jumlah energi yang digunakan.

Lalu, di mana posisi es krim rendah kalori?

Jawabannya cukup sederhana: bisa saja masuk ke pola makan saat defisit kalori, selama jumlahnya diperhitungkan dan pola makan secara keseluruhan tetap memenuhi kebutuhan nutrisi.

Jadi, bukan soal “boleh atau tidak boleh makan es krim”, tetapi bagaimana kamu mengaturnya.

Apa Itu Diet Defisit Kalori?

Diet defisit kalori berarti mengonsumsi energi lebih sedikit daripada yang digunakan tubuh.

Misalnya, secara sederhana kebutuhan energi harian seseorang adalah 2.000 kkal. Jika ia mengonsumsi rata-rata 1.700 kkal, terdapat selisih sekitar 300 kkal antara asupan dan kebutuhan tersebut.

Namun, angka kebutuhan energi setiap orang berbeda. Faktor seperti usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, dan tingkat aktivitas fisik dapat memengaruhi kebutuhan kalori harian. CDC juga menekankan bahwa kebutuhan kalori perlu dilihat secara individual, bukan menggunakan satu angka yang berlaku untuk semua orang.

Karena itu, diet defisit kalori bukan berarti semakin sedikit makan, semakin baik.

Defisit yang terlalu agresif juga bukan pendekatan yang perlu dikejar. CDC menyebut bahwa penurunan berat badan secara bertahap, sekitar 1 sampai 2 pon per minggu, cenderung lebih mudah dipertahankan dibandingkan penurunan yang terlalu cepat.

Defisit kalori bukan berarti harus menghindari semua makanan favorit

Ini bagian yang sering membuat diet terasa berat.

Ketika mulai menghitung kalori, beberapa orang langsung membuat daftar makanan yang “boleh” dan “tidak boleh”. Padahal, pola makan yang sehat tidak harus menghilangkan satu kelompok makanan secara otomatis.

Pedoman Diet Amerika Serikat 2025 sampai 2030, misalnya, menekankan pola makan yang mengutamakan makanan padat nutrisi dan membatasi makanan dengan tambahan gula, lemak yang tidak sehat, serta komponen lain yang perlu dikonsumsi secara terbatas.

Artinya, makanan seperti es krim dapat dilihat sebagai bagian dari keseluruhan pola makan, bukan sebagai penentu tunggal berhasil atau tidaknya diet.

Bagaimana Camilan Rendah Kalori Bisa Masuk ke Hitungan Ini?

Sekarang kita masuk ke bagian yang lebih praktis.

Kalau kamu memiliki target kalori harian, setiap makanan dan minuman yang dikonsumsi tetap berkontribusi pada total tersebut. Camilan rendah kalori dapat menjadi salah satu cara untuk menikmati makanan yang kamu sukai tanpa menggunakan terlalu banyak ruang dari anggaran kalori harian.

Misalnya, kamu memiliki target 1.800 kkal per hari.

Setelah sarapan, makan siang, makan malam, dan kebutuhan camilan lainnya diperhitungkan, ternyata masih ada ruang sekitar 150 kkal. Jika sebuah produk es krim memiliki kandungan energi yang sesuai dengan sisa tersebut, secara matematis produk itu dapat dimasukkan ke dalam perencanaan harian.

Kuncinya ada pada informasi nutrisi produk dan ukuran porsinya.

Jangan hanya melihat tulisan “rendah kalori” di bagian depan kemasan. Lihat juga berapa kalori untuk satu porsi dan berapa ukuran porsinya.

Rendah kalori bukan berarti bebas kalori

Ini poin yang sederhana, tetapi cukup penting.

Produk rendah kalori tetap memberikan energi. Jika dikonsumsi berkali-kali dalam jumlah besar, total kalorinya tetap bisa bertambah.

Karena itu, jangan menggunakan label rendah kalori sebagai alasan untuk mengabaikan porsi.

CDC juga menyarankan agar seseorang memperhatikan kalori sekaligus memastikan kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi. Mengelola berat badan bukan hanya tentang mengurangi angka kalori, tetapi juga menjaga pola makan yang mendukung kesehatan.

Dengan kata lain, es krim rendah kalori dapat menjadi bagian dari menu, tetapi tetap bukan pengganti pola makan yang beragam.